Brosur MTA Yasiin Bagian 1 || Kedudukan Hadis-Hadits Fadlilah Surat Yasiin Sebagai Qolbul Qur'an & Pahala Berlipat

Berikut ini Brosur dari Pengajian Ahad Pagi Majelis Tafsir Alquran (Jihad Pagi MTA) pada tanggal 9 januari tahun 2008  Hadits-hadits Fadlilah membaca Surat Yasiin Bagian 1 pembahasan tentang Surat Yasin Sebagai Qolbul Qura'an (hatinya Alqur'an) dan Jika Surat Yasin di baca 1 kali sama dengan 10 kali khatam baca Alquran, Hadits Dha'if Fadlilah membaca surat yasin. tanggal 09/01/2008. [ Supported by Wakids TV Channel



MAJLIS TAFSIR AL-QUR'AN
(MTA) PUSAT
http://www.mta-online.com e-mail : humas_mta@yahoo.com Fax : 0271 661556
Jl. Serayu no. 12, Semanggi 06/15, Pasarkliwon, Solo, Kode Pos 57117, Telp. 0271 643288

KHUSUS UNTUK PARA SISWA/PESERTA
Ahad, 09 Januari 2008/04 Muharram 1429
Brosur No. : 1406/1446/IF

KEDUDUKAN HADITS-HADITS FADLILAH YAASIIN (ke-1)

Yaasiin qalbul qur'an

Hadits ke-1

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَ اِنَّ قَلْبَ الْقُرْآنِ يس. مَنْ قَرَأَهَا فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ عَشْرَ مَرَّاتٍ.
[الدارمى 2: 456، رقم: 3266]

Dari Qatadah, dari Anas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hatinya), dan sesungguhnya qalbul Qur'an itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang mebacanya, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an sepuluh kali”. [HR. Darimiy juz 2, hal. 456, no. 3266]

Adapun para perawi/sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :
Nabi SAW --- Anas --- Qatadah --- Muqatil bin Hayyan --- Harun Abu Muhammad --- Al-Hasan bin Shalih --- Humaid bin 'Abdur Rahman --- Muhammad bin Sa'id --- Darimiy.

Hadits ini dla'if karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Harun Abu Muhhammad.

Tirmidzi mengatakan : ia itu majhul (mizaanul I'tidal juz 4, hal. 288, no. 9178)

Di tempat lain Tirmidzi juga mengatakan, “Hadits ini gharib, dan Harun Abu Muhammad adalah majhul”. [At-Tarikhul Kabir juz 8, hal. 226, no. 2815]

Hadits ke-2

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: اِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَ قَلْبُ الْقُرْآنِ يس. وَ مَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ.
[الترمذى عارضة الاحوذى 11: 15، رقم: 2887]

Dari Qatadah, dari Anas, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hatinya), dan qalbul Qur'an itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang membaca surat Yaasiin, Allah mencatatnya dengan bacaan itu sama dengan membaca Qur'an sepuluh kali”. [HR. Tirmidziy dalam 'Aridlatul Ahwadziy juz 11, hal. 15, no. 2887]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :
Nabi SAW --- Anas --- Qatadah --- Muqatil bin Hayyan --- Harun Abu Muhammad --- Al-Hasan bin Shalih --- Humaid bin 'Abdur Rahman Ar-Ruaasiy --- Qutaibah dan Sufyan bin Waqi' --- Trimidzi.

Hadits ini dla'if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Harun Abu Muhammad, ia majhul.

Baihaci meriwayatkan hadits tersebut dengan matan dan sanad yang hampir sama. Perbedaan sanadnya adalah nama Harun Abu Muhammad yang terdapat dalam sanadnya Darimiy tersebut tertulis dalam sanadnya Baihaqiy dengan nama Harun bin Muhammad. Haditsnya sebagai berikut :

Hadits ke-3

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبٌ، وَ اِنَّ قَلْبَ الْقُرْآنِ يس. مَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ.
[البيهقى فى شعب الايمان 2: 479، رقم: 2460]

Dari Qatadah, dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Berikut adalah transkripsi teks dari gambar tersebut:


“Bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hatinya), dan sesungguhnya qalbul Qur’an itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang membacanya, Allah mencatatnya dengan bacaan itu sama dengan membaca Al-Qur’an sepuluh kali”. [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iman juz 2, hal 479, no. 2460]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW --- Anas bin Malik --- Qatadah --- Muqatil bin Hayyan --- Harun bin Muhammad --- Al-Hasan bin Shalih --- Humaid bin ‘Abdur Rahman --- Qutaibah bin Sa’id --- Abu ‘Abdillah Muhammad bin Al-Fadl Az-Zahid --- Abul Fadl --- Ahmad bin Ismail bin Yahya bin Hazim Al-Azdiy --- Abu Sa’ad ‘Abdul Malik bin Abu ‘Utsman Az-Zahid --- Baihaqiy.

Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Harun bin Muhammad (dalam riwayat Darimiy disebutkan Harun Abu Muhammad). Perbedaan semacam ini bahkan menambah kemajhulan Harun Abu Muhammad, dan semakin menyatakan kedla’ifan hadits tersebut. Karena, dengan nama Harun bin Muhammad, berarti itu dua orang, yakni Harun dan Muhammad (bapaknya Harun), lalu perlu dipertanyakan : Siapakah Harun dan siapakah Muhammad itu ?. Lagi pula nama tersebut dalam kitab-kitab Rijalul hadits tidak tercatat sebagai murid Muqatil bin Hayyan, dan tidak tercatat sebagai guru dari Hasan bin Shalih.

Hadits ke-4

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: الْبَقَرَةُ سَنَامُ الْقُرْاٰنِ وَ ذِرْوَتُهُ نَزَلَ مَعَ كُلِّ اٰيَةٍ مِنْهَا ثَمَانُوْنَ مَلَكًا وَ اسْتُخْرِجَتْ اَللهُ لَا اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ فَوُصِلَتْ بِهَا اَوْ فُوُصِلَتْ بِسُوْرَةِ الْبَقَرَةِ، وَ يس قَلْبُ الْقُرْاٰنِ، لَا يَقْرَاُّهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ تَبَارَكَ وَ تَعَالٰى وَ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ اِلَّا غُفِرَ لَهُ فَاقْرَاُؤْهَا عَلٰى مَوْتَاكُمْ. احمد 7: 286، رقم: 20322

Dari Ma’qil bin Yasar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Al-Baqarah adalah inti dan puncaknya Al-Qur’an. Delapan puluh malaikat


turun menyertai setiap ayat, Dan dikeluarkan (kalimat) “Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum” dari bawah ‘Arsy, lalu disambungkan dengannya atau disambungkan dengan surat Al-Baqarah. Dan Yaasiin adalah qalbul Qur’an. Tidaklah seseorang membacanya dengan mengharap (ridla) Allah tabaaraka wa ta’aalaa dan kampung akhirat melainkan diampuni dosanya. Dan bacakanlah ia (surat Yaasiin itu) untuk orang yang akan meninggal diantara kalian”. [HR. Ahmad, juz 7, hal. 286, no. 20322]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW --- Ma’qil bin Yasar --- Abiihi (bapaknya) --- Rajulun (seorang laki-laki) --- Abiihi (bapaknya, bernama Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy Abul Mu’tamir Al-Bashriy) --- Mu’tamir --- ‘Arim --- Ahmad.

Hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada dua perawi yang majhul, yaitu Rajulun (seorang laki-laki) dan Abiihi (bapaknya), yang tidak didapatkan keterangan siapakah Rajulun maupun Abiihi itu.

Selain itu, ada rawi yang bernama Sulaiman yaitu bapaknya Mu’tamir yang nama lengkapnya Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy Abul Mu’tamir Al-Bashriy. Ia dinyatakan sebagai mudallis terhadap hadits-hadits yang tidak didengarnya dari Al-Hasan dan lain-lainnya (lihat Tahdzibul Kamal juz 12, hal. 13, Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 212). Apalagi pada sanad hadits ini ia menerima dari Rajulun (seorang laki-laki) yang tidak disebutkan namanya.

Hadits ke-5

عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَجُلًا يُحَدِّثُ اَنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَ قَلْبُ الْقُرْاٰنِ يس.

Dari Abdur Razzaaq, dari Ma’mar, ia berkata, “Saya mendengar seorang laki-laki menceritakan bahwasanya pada setiap sesuatu itu ada qalbunya, dan qalbul Qur’an itu adalah Yaasiin.

Hadits ini pun dla’if karena disamping bukan sabda Nabi SAW, Ma’mar menyatakan menerima dari seorang laki-laki yang tidak disebutkan namanya.

Kesimpulan :

Hadits-hadits di atas semuanya dho’if, karena itu tidak dapat dijadikan
Berikut adalah hasil transkripsi teks dari gambar tersebut:


hujjah untuk menunjukkan bahwa surat Yaasiin adalah qalbul Qur'an.

Kelipatan bacaan Yaasiin

Hadits ke-6

عَنْ اَبِىْ هُرَيْرَةَ قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس مَرَّةً فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ عَشْرَ مَرَّاتٍ. وَ قَالَ اَبُوْ سَعِيْدٍ: مَنْ قَرَأَ يس مَرَّةً فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ مَرَّتَيْنِ. قَالَ اَبُوْ هُرَيْرَةَ: حَدَّثْتَ أَنْتَ بِمَا سَمِعْتَ وَ أُحَدِّثُ اَنَا بِمَا سَمِعْتُ. [البيهقى فى شعب الايمان 2: 281، رقم: 2466]

Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, "Barangsiapa yang membaca Yaasiin satu kali, maka seolah-olah telah membaca Al-Qur'an sepuluh kali". Dan Abu Sa'id pun berkata, "Barangsiapa yang membaca Yaasiin satu kali, maka seolah-olah ia telah membaca Al-Qur'an dua kali". Abu Hurairah berkata (kepada Abu Sa'id), "Engkau menceritakan hadits menurut yang engkau dengar, dan akupun menceritakan hadits menurut yang aku dengar". [HR. Baihaqi dalam Syu'abul Iman juz 2, hal. 281, no. 2466]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Abu Hurairah --- Abu 'Utsman --- Sulaiman At-Taimiy --- Suwaid Abu Hatim --- Thalut bin 'Ibad --- Al-Mu'tamir --- Ahmad bin 'Ubaid Ash-Shafar --- 'Ali bin Ahmad bin 'Abdan --- Baihaqiy.

Hadits ini dla'if, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu 'Utsman yang menerima dari Abu Hurairah, ia dinyatakan majhul.

Hadits ke-7

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص: لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبٌ وَ اِنَّ قَلْبَ الْقُرْآنِ يس. مَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا
قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ. [البيهقى فى شعب الايمان 2: 479، رقم: 2460]

Dari Qatadah, dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hati)nya, dan sesungguhnya qalbul Qur'an itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang membaca Yaasiin, maka Allah mencatatnya dengan bacaan itu sama dengan membaca Al-Qur'an sepuluh kali". [HR. Baihaqiy, dalam Syu'abul Iman juz 2, hal. 479, no. 2460]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW --- Anas bin Malik --- Qatadah --- Muqatil bin Hayyan --- Harun bin Muhammad --- Al-Hasan bin Shalih --- Humaid bin 'Abdur Rahman --- Qutaibah bin Sa'id --- Abu 'Abdillah Muhammad bin Al-Fadl Az-Zahid --- Abul Fadl Ahmad bin Ismail bin Yahya bin Hazim Al-Azdiy --- Abu Sa'ad 'Abdul Malik bin Abu 'Utsman Az-Zahid --- Baihaqiy.

Hadits ini lemah, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Harun bin Muhammad, ia majhul. Demikian pula hadits yang semakna yang diriwayatkan oleh Darimiy melalui sanad yang sama dengan sanad Baihaqiy di atas, hanya saja Qutaibah bin Sa'id yang ada pada sanad Baihaqiy di atas, pada sanad Darimiy tertulis dengan nama Muhammad bin Sa'id, dan Darimiy sendiri menerima dari Muhammad bin Sa'id tersebut. Kami belum mendapat keterangan yang manakah yang benar, apakah dengan nama Qutaibah bin Sa'id sebagaimana pada sanad Baihaqi, ataukah dengan nama Muhammad bin Sa'id sebagaimana sanad pada Darimiy.

Hadits ke-8

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ اَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَ اِنَّ قَلْبَ الْقُرْآنِ يس. مَنْ قَرَأَهَا فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ عَشْرَ مَرَّاتٍ. [الدارمى 2: 456، رقم: 3266]

Dari Qatadah, dari Anas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hati)nya, dan sesungguhnya qalbul Qur'an itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang mebacaNya, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an sepuluh kali". [HR. Darimiy juz 2, hal. 456, no. 3266]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW --- Anas bin Malik --- Qatadah --- Muqatil bin Hayyan --- Harun Abu Muhammad --- Al-Hasan bin Shalih --- Humaid bin 'Abdur Rahman --- Muhammad bin Sa'id --- Darimiy.

Hadits ini dla'if, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Harun Abu Muhammad yang dinyatakn majhul oleh Tirmidzi.

Hadits ke-9
عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ: .... وَ مَنْ قَرَأَهَا فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ اَحَدَ عَشَرَ مَرَّةً. لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبٌ وَ قَلْبُ الْقُرْآنِ يس. البيهقى، فى شعب الإيمان 2: 481، رقم: 2467

Dari Abu Qilabah, ia berkata, " .....dan barangsiapa yang membacanya (Yaasiin), maka seolah-olah ia telah membaca Al-Qur'an sebelas kali. Bagi setiap sesuatu ada qalbu (hati)nya, dan qalbul Qur'an itu adalah Yaasiin". [HR. Baihaqi, Syu'abul Imaan juz 2, hal. 481, no. 2467]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Abu Qilabah --- Ayyub As-Sakhtiyaniy --- Khalil bin Murrah --- Ma'mar bin Sulaiman An-Nakhaa-i --- Sa'dan bin Nashr --- Isma'il bin Muhammad Ash-Shafar --- Abul Husain bin Bisyran --- Baihaqiy.

Hadits ini dla'if, karena disamping haditsnya maqthu' (perkataan Abu Qilabah, seorang tabi'in), pada sanadnya ada seorang rawi yang bernama Khalil bin Murrah, nama lengkapnya adalah Khalil bin Murrah Adl-Dluba'i Al-Bashriy, ia oleh Bukhari dinyatakan munkarul hadits, dan haditsnya tidak shahih. [Tahdzibut Tahdzib juz 3, hal. 146, no. 319]

Hadits ke-10
عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَجُلًا يُحَدِّثُ اَنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَ قَلْبُ الْقُرْآنِ يس. وَ مَنْ قَرَأَهَا فَإِنَّهَا تَعْدِلُ الْقُرْآنَ. اَوْ قَالَ تَعْدِلُ قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ كُلَّهُ. وَ مَنْ قَرَأَ قُلْ يَأَيُّهَا الْكَافِرُونَ فَإِنَّهَا تَعْدِلُ رُبُعَ الْقُرْآنِ. وَ اِذَا زُلْزِلَتْ شَطْرَ الْقُرْآنِ.

Dari 'Abdur Razzaaq, dari Ma'mar, ia berkata, "Saya mendengar seorang laki-laki menceritakan bahwasanya pada setiap sesuatu itu ada qalbunya, dan qalbul Qur'an itu adalah Yaasiin. Dan barangsiapa yang membacanya, maka hal itu seimbang membaca Al-Qur'an" atau ia mengatakan, "seimbang dengan bacaan Al-Qur'an seluruhnya. Dan barangsiapa membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun, sesungguhnya hal itu seimbang dengan seperempat Al-Qur'an, dan "Idzaa zulzilat" seimbang dengan separoh Al-Qur'an". [HR Abdur Razzaaq, Al-Mushannaf 'Abdur Rozzaaq juz 3, hal. 372]

Hadits ini dla'if, karena disamping haditsnya maqthu', Ma'mar mengatakan, mendengar dari seorang laki-laki yang tidak ia sebutkan namanya. Dengan demikian rawi tersebut majhul.

Kesimpulan :

Riwayat-riwayat di atas tidak ada satupun yang shahih (semuanya dla'if), disamping itu matannya pun saling bertentangan. Dengan demikian riwayat-riwayat di atas dla'if sanadnya dan mudltharib matannya. Karena itu jika ingin khatam Al-Qur'an, maka tammatkanlah membaca Al-Qur'an termasuk surat Yaasiinnya.

Bersambung.................

SILAHKAN BACA VERSI ASLINYA DELAM FILE IMAGE INI:


0 comments:

Posting Komentar